Rabu, 01 November 2017

Kabar Monas setelah di pagar


       Pengunjung Monumen Nasional (Monas) kecewa karena tidak diperbolehkan masuk ke tempat wisata tersebut. Meskipun hari ini merupakan hari libur nasional yang bertepatan dengan HUT ke-70 Republik Indonesia, ternyata Monas tutup. Setiap hari Senin, kawasan Monas memang ditutup untuk umum.  

Rizky Rahmat (48), warga Bekasi, mengaku tidak mengetahui aturan tersebut. Ia yang datang bersama istri serta dua anaknya terpaksa gigit jari. Baru mau masuk pagar Monas, mereka sudah dihadang oleh petugas keamanan Unit Pengelola (UP) Monas. 

"Saya baru mau masuk sudah ditanya sama satpamnya, 'Mau kemana, Pak?'. Saya bilang saja mau ke Monas, eh dibilangin kalau Monasnya tutup setiap hari Senin. Saya mana tahu aturan itu," kata Rizky kepada di lapangan IRTI Monas, Senin (17/8/2015).

Tak mau sia-sia, akhirnya Rizky mengajak keluarganya tetap piknik di kawasan Monas. Ia mengajak istri serta kedua anak laki-lakinya duduk di perkarangan di samping pagar Monas. Kemudian istrinya terlihat mengeluarkan berbagai bekal makanan yang sudah dibawanya.

Di satu sisi, Rizky mengaku kecewa karena tidak bisa membawa anak-anaknya mendengarkan suara Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi di dalam Monas. Namun di sisi lain, ia mengaku senang karena anak-anaknya tidak menangis ketika batal berwisata di Monas. 

"Ya sudahlah mau gimana lagi. Seharusnya sih ada pemberitahuan dari jauh-jauh hari dari pengelola kalau hari Senin libur. Biar kita juga enggak capek-capek datang ke sini," kata karyawan perusahaan swasta tersebut.  

Pengunjung lainnya yang terlanjur datang, Abdul (35), meminta pengelola membuka sebagian kawasan Monas. Sama halnya dengan Rizky, Abdul juga tidak mengetahui peraturan tempat wisata tersebut tutup setiap hari Senin. 

"Kenapa tidak dibuka setengahnya? Setengahnya lagi, Monas bagian Utara yang berhadapan dengan Istana ditutup. Kasihan kan anak saya sudah merengek minta ke sini dari tadi Subuh," kata warga Kebon Baru tersebut.  

Sementara itu, seorang warga asal Bojong, Bogor, Jauhari (42) langsung mengajak anak dan suaminya makan di kawasan Lenggang Jakarta. Sama halnya seperti pengunjung lainnya, Jauhari ditolak masuk kawasan Monas oleh satpam UP Monas. 

"Daripada ke sini enggak dapat apa-apa, sudah jauh-jauh pula. Naik KRL paling pagi sama anak-anak. Niat pertama mau nonton upacara di Istana, tapi kayaknya enggak bisa, jadinya ke Monas. Eh ternyata Monas juga ditutup," kata Jauhari.  

satpam UP Monas yang menjaga pagar lapangan IRTI Monas, sisi Selatan, Timur, Barat, dan Utara menanyakan maksud kedatangan ke Monas. Hanya pihak tertentu yang dapat masuk ke dalam kawasan Monas. Seperti pegawai negeri sipil (PNS) DKI yang mengikuti apel HUT ke-70 RI serta awak media yang mengenakan kartu identitas lengkap. 

Kawasan Monas Senin ini terlihat lebih padat dibanding hari sebelumnya. Perkarangan di lapangan IRTI Monas jadi tempat pengunjung untuk bersantai dan melepas penat karena tidak bisa masuk kawasan tersebut. 

Kebanyakan, mereka membuka bekal yang dibawa dari rumah, bercengkerama, serta ada pula yang berfoto bersama. 

Kemudian, parkir motor di depan Lapangan IRTI Monas juga terlihat berjejer rapi di sana. Tak hanya itu, para pedagang kaki lima (PKL) yang tidak bisa masuk kawasan Monas, terlihat menjajakan dagangan mereka di depan pagar Lapangan IRTI Monas.  

UP Monas diketahui menjalankan kebijakan menutup kawasan wisata tersebut setiap hari Senin. Hal ini dilakukan untuk perawatan dan pemeliharaan tugu, lift dan taman di Monas.

Minggu, 22 Oktober 2017

AIR TERJUN NGUMEK




Wisata ini terletak di Desa Ngumek kecamatan Bancak. Air terjun ini memiliki 3 tingkatan, dan ada 1 goa tapi kecil. Wisata ini sangat asri. Untuk menuju kesini membutuhkan waktu cukup lama karena jauh dan jalannya rusak.






NAMA : BUDI HARTANTO
NO       : 07                            
KELAS : IX A                       

WISATA CURUG GAMELAN



Wisata ini terletak di desa Nglebak Kec Bringin. Wisata ini mudah dikunjungi karena tempatnya tidak jauh dari desa. Di tempat ini wisatanya bagus, menarik, dan nyaman. Wisata ini di kelola oleh remaja desa Nglebak yang menjadikan tempat ini menjadi lebih menarik untuk di kunjungi.



Nama : ALVIAN
No: 03                
Kelas : IX A      

WISATA EDUKASI KERAJINAN ROGO REGE

     

Wisata edukasi ini berada di Desa Plumutan, Kec. Bancak, Kab. Semarang. Untuk menuju ke desa ini sangat mudah, karena tempatnya tidak terlalu terpencil. Kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau naik angkutan umum. Ditempat ini, kita tidak hanya melihat cara membuat Kerajinan Rogo Rege, kita juga bisa belajar secara  langsung cara membuat Kerajinan Rogo Rege. Bahan dasar untuk membuat Kerajinan Rogo Rege ini mudah didapat dan sering kita jumpai disekitar kita. Bahan itu adalah lidi.

       Cara membuatnya pun cukup mudah. Kita hanya perlu mengayam lidi sesuai dengan bentuk yang kita inginkan. Kerajinan ini memiliki bentuk yang berbeda-beda. Diantaranya, bentuk piring, bentuk untuk tempat alat tulis, dan lain-lain. Namun, ditempat kerajinan ini, bentuk yang biasa dibuat adalah bentuk piring. Karena kerajinan ini biasanya dipasarkan atau dikirim keluar daerah untuk dijual. Jadi, selain memiliki berbagai manfaat, kerajinan ini juga menghasilkan keuntungan dari segi komersial.



                   Ditulis oleh: M.Kadafi
                                              IX A
                                               16

Jumat, 20 Oktober 2017

WISATA AIR DI MBUNG JUMBLENG










          Wisata ini terletak di dsn.jumleng,ds.wonokerto,kec.bancak.Wisata ini  merupakan salah satu wisata yang berada di kec.bancak.Tempat wisata yang satu ini baru saja dibuka pada tahun 2016 untuk umum dan juga telah di resmikan oleh pemerintah.



   




       Ditempat wisata ini juga di sediakan ATV dan bebek air yang di kayuh menggunakan kaki.Ditempat wisata ini anda juga bisa berfoto selfi.Banyak pengunjung yang datang ketempat ini,baik penduduk setempat ataupun wisatawan lain.



    

      Di tempat ini juga wisatawan di sediakan beberapa gubug untuk beristirahat dan berteduh dari panas terik matahari,dan jangan lupa untuk selalu menaati peraturan yang telah di sedikan di tempat wisata ini.


         TERIMAKASIH ANDA TELAH BERKUNJUNG KE BLOG KAMI


            
                                                                              Ditulis oleh:                               
                                                                      SYARIF HIDAYATULLOH
                                                                                Kelas IXA

Jumat, 13 Oktober 2017

Wisata Religi Simbah Makam Mali Bayi Ragas Rogohito

     

      Wisata ini terletak di Desa Plumutan Kec.Bancak.Wisata ini menjadi salah satu wisata yang ada di kec.Bancak,dan juga banyak di kunjungi orang terutama masyarakat setempat pada saat hari-hari biasanya maupun di hari besar islam.
      Di makam ini terdapat 3 makam yaitu:

  • Simbah Wali bayi
  • Simbah Ragas
  • Simbah Rogohito
      Mereka adalah wali pendiri desa Plumutan.Dan sampai sekarang jasa-jasa mereka akan selalu di kenang.



                                                                      Di tulis oleh:
                                                                          Ahmad F.K  
                                                                          IX A/ 01